Friday, November 11, 2011

Adab Berbual


سْــــــــــــــــــمِ-اﷲِالرَّحْمَنِ-اارَّحِيم
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ


Menjauhi kata-kata keji, mencela dan melaknat.

“Bukanlah seorang mukmin jika suka mencela, melaknat dan berkata-kata keji.” (HR Tirmizi dengan sanad sahih) (Muttafaq ‘alaih)

Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelaran yang buruk.
“Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menghasankannya)


Menghindari mengumpat dan mengadu domba.
“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling mengumpat satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Muttafaq ‘alaih)

Tidak berbual kosong dan bercakap besar.
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari kiamat ialah orang yang banyak perbualan sia-sia dan berlagak dalam berbicara.” (HR Tirmizi dan dihasankannya)


Tidak terlalu banyak cakap kerana khuatir membosankan yang mendengar.

“Ibnu Mas’ud r.a. senantiasa mengajar kami setiap hari Khamis, maka berkata seorang lelaki: ‘Wahai Abu Abdurahman (gelaran Ibnu Mas’ud)! Mahukan anda mengajar kami setiap hari?’ Maka jawab Ibnu Mas’ud : ‘Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi keinginanmu, hanya aku khuatir ia membosankan kalian, kerana akupun pernah meminta yang demikian pada Nabi SAW dan beliau menjawab khuatir membosankan kami.’


Diam itu lebih baik daripada berkata-kata
"lahirkanlah keikhlasan dihatimu"

No comments: